Features Title Here. Consectetur adipisicing elit sed

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

MASALAH-MASALAH GIZI DI INDONESIA

Rabu, 18 Juli 2012


1. KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)
2. OBESITAS
3. ANEMIA
4. DEFISIENSI VITAMIN A
5. GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)
KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)/PROTEIN ENERGI MALNUTRITION (PEM)/PROTEIN CALORI MALNUTRITION (PCM)
  • Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki (buteki)
  • Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition)
  • Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tiep marasmik-kwashiorkor
  • Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas
Penyebab
  • Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah
  • Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan
  • Pengetahuan yang kurang tentang gizi
  • Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor
  • Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus
  • Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk , yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI
  • Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi
Gejala klinis KEP ringan
  • Pertumbuhan mengurang atau berhenti
  • BB berkurang, terhenti bahkan turun
  • Ukuran lingkar lengan menurun
  • Maturasi tulang terlambat
  • Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun
  • Tebal lipat kulit normal atau menurun
  • Aktivitas dan perhatian kurang
  • Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan
Pembagian
  • Marasmus
  • Kwashiorkor
  • Marasmus-kwashiorkor
Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi “kurus” dan “emosional”. Sering terjadi pada bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI serta tidak diberi makanan penggantinya, atau terjadi pada bayi yang sering diare.
Penyebab
  • Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan
  • Kebiasaan makanan yang tidak layak
  • Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan
Tanda dan gejala
  • Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus
  • Mata besar dan dalam, sinar mata sayu
  • Mental cengeng
  • Feces lunak atau diare
  • Rambut hitam, tidak mudah dicabut
  • Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit menghilang
  • Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur
  • Torax atau sela iga cekung
  • Atrofi otot, tulang terlihat jelas
  • Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya
  • Frekuensi nafas berkurang
  • Kadar Hb berkurang
  • Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin
Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi.
Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan, akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.
Penyebab
  • Kekurangan protein dalam makanan
  • Gangguan penyerapan protein
  • Kehilangan protein secara tidak normal
  • Infeksi kronis
  • Perdarahan hebat
Tanda dan gejala
  • Wajah seperti bulan “moon face”
  • Pertumbuhan terganggu
  • Sinar mata sayu
  • Lemas-lethargi
  • Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi apatis)
  • Rambut merah, jarang, mudah dicabut
  • Jaringan lemak masih ada
  • Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak keriput)
  • Iga normal-tertutup oedema
  • Atrofi otot
  • Anoreksia
  • Diare
  • Pembesaran hati
  • Anemia
  • Sering terjadi acites
  • Oedema
Kwashiorkor-marasmik memperlihatkan gejala campuran antara marasmus dan kwashiorkor
Penatalaksanaan
Secara umum
  • Ruangan cukup hangat dan bersih
  • Posisi tubuh diubah-ubah (karena mudah terjadi dekubitus)
  • Pencegahan infeksi nosokomial
  • Penimbangan BB tiap hari
Secara khusus
Resusitasi dan terapi komplikasi
  • Koreksi dehidrasi dan asidosis (pemberian cairan oralit atau infus)
  • Mencegah atau mengobati defisiensi vitamin A
  • Terapi Ab bila ada tanda infeksi atau sakit berat
Dietetik
  • Prinsip TKTP dan suplemen vitamin mineral
  • Bentuk makanan disesuaikan secara individual (cair, lunak, biasa, makanan dengan porsi sedikit-sedikit tapi sering)
  • Pemantauan masukan makanan tiap hari (perubahan diet biasanya dilakukan setiap saat)
Persiapan pulang
  • Gejala klinik tidak ada
  • Nafsu makan baik
  • Pembekalan terhadap orang tua tentang gizi, perilaku hidup dan lingkungan yang sehat
Komplikasi
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Defisiensi vitamin
  • Depresi mental
Program pemerintah –penanggulangan KEP
Diprioritaskan pada daerah-daerah miskin dengan sasaran utama
  • Ibu hamil
  • Bayi
  • Balita
  • Anak-anak sekolah dasar
Keterpaduan kegiatan
  • Penyuluhan gizi
  • Peningkatan pendapatan
  • Peningkatan pelayanan kesehatan
  • Keluarga berencana
  • Peningkatan peran serta masyarakat
Kegiatan
Peningkatan upaya pemantauan tumbuh kembang anak melalui keluarga, dasawisma dan posyandu
Penanganan secara khusus KEP berat
  • Rujukan pelayanan gizi di posyandu
  • Peningkatan gerakan sadar pangan dan gizi
  • ASI eksklusif
OBESITAS
  • adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.
  • Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh
  • Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan rata-rata, namun tidak selalu identik dengan obesitas
BB >>> tidak selalu obesitas
Penyebab
  • Perilaku makan yang berhubungan dengan faktor keluarga dan lingkungan
  • Aktifitas fisik yang rendah
  • Gangguan psikologis (bisa sebagai sebab atau akibat)
  • Laju pertumbuhan yang sangat cepat
  • Genetik atau faktor keturunan
  • Gangguan hormon
Gejala
  • Terlihat sangat gemuk
  • Lebih tinggi dari anak normal seumur
  • Dagu ganda
  • Buah dada seolah-olah berkembang
  • Perut menggantung
  • Penis terlihat kecil
Terdapat 2 golongan obesitas
  • Regulatory obesity, yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan
  • Obesitas metabolik, yaitu kelainan metabolisme lemak dan karbohidrat
Resiko/dampak obesitas
  • Gangguan respon imunitas seluler
  • Penurunan aktivitas bakterisida
  • Kadar besi dan seng rendah
Penatalaksanaan
  • Menurunkan BB sangat drastis dapat menghentikan pertumbuhannya. Pada obesitas sedang, adakalanya penderita tidak memakan terlalu banyak, namun aktifitasnya kurang, sehingga latihan fisik yang intensif menjadi pilihan utama
  • Pada obesitas berat selain latihan fisik juga memerlukan terapi diet. Jumalh energi dikurangi, dan tubuh mengambil kekurangan dari jaringan lemak tanpa mengurangi pertumbuhan, dimana diet harus tetap mengandung zat gizi esensial.
  • Kurangi asupan energi, akan tetapi vitamin dan nutrisi lain harus cukup, yaitu dengan mengubah perilaku makan
  • Mengatasi gangguan psikologis
  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Membatasi pemakaian obat-obatan yang untuk mengurangi nafsu makan
  • Bila terdapat komplikasi, yaitu sesak nafas atau sampai tidak dapat berjalan, rujuk ke rumah sakit
  • Konsultasi (psikologi anak atau bagian endokrin)
ANEMIA
Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit.
Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dan eritrosit lebih rendah dari nilai normal, akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut.
Macam-macam anemia
Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin
Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang, bisa diakibatkan defisiensi vitamin B12
Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leukopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik
ANEMIA DEFISIENSI BESI
  • Prevalensi tertinggi terjadi didaerah miskin, gizi buruk dan penderita infeksi
  • Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi otak permanen
  • Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan, otot kerangka, menurunnya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku.
Ciri
  • Akan memperlihatkan respon yang baik dengan pemberian preparat besi
  • Kadar Hb meningkat 29% setiap 3 minggu
Tanda dan gejala
  • Pucat (konjungtiva, telapak tangan, palpebra)
  • Lemah
  • Lesu
  • Hb rendah
  • Sering berdebar
  • Papil lidah atrofi
  • Takikardi
  • Sakit kepala
  • Jantung membesar
Dampak
  • Produktivitas rendah
  • SDM untuk generasi berikutnya rendah
Penyebab
Sebab langsung
  • Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi
  • Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi
  • Infeksi penyakit
Sebab tidak langsung
  • Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah
Sebab mendasar
  • Pendidikan wanita rendah
  • Ekonomi rendah
  • Lokasi ggeografis (daerah endemis malaria)
Kelompok sasaran prioritas
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Balita
  • Anak usia sekolah
  • Tenaga kerja wanita
  • Wanita usia subur
Penanganan
  • Pemberian Komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) serta suplemen tambahan pada ibu hamil maupun menyusui
  • Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta pemberian suplemen dalam bentuk multivitamin kepada balita
  • Pembekalan KIE kepada guru dan kepala sekolah agar lebih memperhatikan keadaan anak usia sekolah serta pemeberian suplemen tambahan kepada anak sekolah
  • Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja serta pemberian suplemen kepada tenaga kerja wanita
  • Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk pil KB kepada wanita usia subur (WUS)
DEFISIENSI VITAMIN A
Prevalensi tertinggi terjadi pada balita
Penyebab
  • Intake makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah
  • Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI
  • MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A
  • Gangguan absorbsi vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pankreas, diare kronik, KEP dll)
  • Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid
  • Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik)
Sifat
  • Mudah teroksidasi
  • Mudah rusak oleh sinar ultraviolet
  • Larut dalam lemak
Tanda dan gejala
  • Rabun senja-kelainan mata, xerosis konjungtiva, bercak bitot, xerosis kornea
  • Kadar vitamin A dalam plasma <20ug/dl
Tanda hipervitaminosis
Akut
  • Mual, muntah
  • Fontanela meningkat
Kronis
  • Anoreksia
  • Kurus
  • Cengeng
  • Pembengkakan tulang
Upaya pemerintah
  • Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi vitamin A dan pro vitamin A
  • Fortifikasi (susu, MSG, tepung terigu, mie instan)
  • Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 1-5 tahun (200.000 IU pada bulan februari dan agustus), ibu nifas (200.000 IU), anak usia 6-12 bulan (100.000 IU)
  • Kejadian tertentu, ditemukan buta senja, bercak bitot. Dosis saat ditemukan (200.000 IU), hari berikutnya (200.000 IU) dan 4 minggu berikutnya (200.000 IU)
  • Bila ditemukan xeroptalmia. Dosis saat ditemukan :jika usia >12 bulan 200.000 IU, usia 6-12 bulan 100.000 IU,  usia < 6 bulan 50.000 IU, dosis pada hari berikutnya diberikan sesuai usia demikian pula pada 1-4 minggu kemudian dosis yang diberikan juga sesuai usia
  • Pasien campak, balita (200.000 IU), bayi (100.000 IU)
Catatan
  • Vitamin A merupakan nutrient esensial, yang hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh, dimana jika asupannya berlebihan bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut dalam air
  • Gangguan asupan vitamin A bisa menyebabkan morbili, diare yang bisa berujung pada morbiditas  dan mortalitas, dan pneumonia
GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)
  • Adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan yodium secara terus menerus dalam waktu yang lama.
  • Merupakna masalah dunia
  • Terjadi pada kawasan pegunungan dan perbukitan yang tanahnya tidak cukup mengandung yodium
  • Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok
Dampak
  • Pembesaran kelenjar gondok
  • Hipotiroid
  • Kretinisme
  • Kegagalan reproduksi
  • Kematian
Defisiensi pada janin
  • Dampak dari kekurangan yodium pada ibu
  • Meningkatkan insiden lahir mati, aborsi, cacat lahir
  • Terjadi kretinisme endemis
  • Jenis syaraf (kemunduran mental, bisu-tuli, diplegia spatik)
  • Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme)
Defisiensi pada BBL
  • Penting untuk perkembangan otak yang normal
  • Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium
Defisiensi pada anak
  • Puncak kejadian pada masa remaja
  • Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki
  • Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan
Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990)
  • Tingkat 0 : tidak ada pembesaran kelenjar
  • Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal, hanya dapat diketahui dengan palpasi, pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal
  • Tingkat IB : hanya terlihat pada posisi tengadah maksimal
  • Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak ± 5 meter
  • Tingkat III : terlihat nyata dari jarak jauh
Sasaran
  • Ibu hamil
  • WUS
Dosis dan kelompok sasaran pemberian kapsul yodium
  • Bayi < 1tahun : 100 mg
  • Balita 1-5 tahun : 200 mg
  • Wanita 6-35 tahun : 400 mg
  • Ibu hamil (bumil) : 200 mg
  • Ibu meneteki (buteki) : 200 mg
  • Pria 6-20 tahun : 400 mg
GAKY tidak berhubungan denga tingkat sosek melainkan dengan geografis
Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium
  • Fetus : abortus, lahir mati, kematian perinatal, kematian bayi, kretinisme nervosa (bisu tuli, defisiensi mental, mata juling), cacat bawaan, kretinisme miksedema, kerusakan psikomotor
  • Neonatus : gangguan psikomotor, hipotiroid neonatal, gondok neonatus
  • Anak dan remaja : gondok, hipotiroid juvenile, gangguan fungsi mental (IQ rendah), gangguan perkembangan
  • Dewasa : gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, hipertiroid diimbas oleh yodium
Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan, rumput laut dan sea food. Sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol, sawi, ubi kayu, ubi jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah.
Pencegahan/penanggulangan
  • Fortifikasi : garam
  • Suplementasi : tablet, injeksi lipiodol, kapsul minyak beryodium
Read More >>

Rahasia Kandungan Gizi Dibalik Buah Durian





Misteri Gizi Kandungan Buah Durian - Salah satu buah yang sangat digemari oleh banyak orang adalah durian. Selain karena rasanya yang sangat lezat dan aromanya yang harum, ternyata buah durian merupakan salah satu makanan sehat karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Kata orang, durian berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Namun, beruntunglah mereka yang menggemari dan tidak berpantang makan King of Fruits itu. Sebab durian sangatlah bergizi. Buah itu mengandung vitamin B, C, E dan zat besi.

Tidak hanya pada daging buahnya saja, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun tidak banyak orang mengetahuinya, bahkan kadangkala mereka menganggap durian adalah buah yang dapat menyebabkan penyakit. Pendapat mereka itu tidak sepenuhnya salah, karena makan buah durian dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolesterol dalam durian juga cukup tinggi.

Tetapi durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa berlebihan. Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian.

Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam durian ternyata 10 kali lebih banyak daripada buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 gram buah durian adalah 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ.

Banyak kegunaan durian untuk kesehatan. Selain mengandung vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian adalah:

1. Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit kulit.
2. Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
3. Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.
4. Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang gunanya untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.
5. Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan kadar serotonin dalam otak.
6. Durian mengandung banyak protein lembut, yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.
7. Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid.
8. Juga direkomendasikan sebagai sumber lemak mentah.
9. Dapat mengatasi anemia karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.
10. Dapat mengatasi sembelit karena durian banyak mengandung serat. Selain itu kulit durian yang dilumatkan dan dioleskan ke perut dapat memudahkan buang air besar.
11. Menghambat penuaan dini karena mengandung vitamin C sebagai antioksidan.
12. Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan sifatnya yang panas.
13. Mengatasi bengkak.
14. Mengobati penyakit ruam pada kulit (kurap).
15. Baik untuk kesehatan tulang dan persendian karena mengandung kalsium, potasium, dan berbagai vitamin B.
16. Kandungan mangaan dapat menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
17. Kulit durian yang dibakar lalu dijadikan abu, airnya dapat melancarkan haid, tetapi juga bersifat abortif.
18. Buahnya dapat sebagai obat penyakit kuning.
19. Meningkatkan nafsu makan karena mengandung niasin dan thiamin.
20. Riboflavin (vitamin B2) dapat membantu mengatasi migrain.
21. Memelihara kesehatan tiroid karena kandungan tembaganya.
22. Dapat mengurangi stres dan depresi karena kandungan piridoksin (B6).
23. Baik untuk kesehatan gigi karena mengandung fosfor (P).
24. Kulit buah durian dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk.
25. Akar dan air seduhan daun durian dapat sebagai antipiretik.
26. Akarnya dapat untuk mengobati infeksi pada kuku.


Walau punya banyak fungsi, bukan berarti kita harus mengonsumsi buah ini dalam jumlah yang berlebih. Semua ada takarannya. Wanita hamil dan orang yang menderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian.

Sebenarnya mengonsumsi 100 gram durian pun sudah cukup. Sebab, dalam 100 gram itu saja sudah relatif banyak gizi yang kita peroleh.

Demikianlah sekian banyak manfaat durian yang akan didapatkan, selama tidak mengkonsumsinya secara berlebihan.

- Sumbernya : http://jekethek.blogspot.com/2011/04/rahasia-kandungan-gizi-dibalik-buah.html#ixzz20yYcraBc
Read More >>

Pisang Jadi Terapi Pangan untuk Gizi Buruk


VIVAnews - Kekurangan gizi merupakan salah satu dari tiga perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) setelah masalah HIV/AIDS dan malaria. Kekurangan gizi yang dimaksud yaitu kekurangan vitamin A, zat besi, zinc, yodium dan asam folat.

Masalah ini mengancam bagi negara-negara berkembang di dunia, salah satunya Uganda, negara di benua Afrika. Di Uganda, pisang merupakan makanan pokok. Konsumsi pisang satu orang Uganda rata-rata mencapai 1 kg per hari mengingat pisang merupakan makanan pokok di Uganda. Namun, kandungan nutrisi pisang di Uganda masih kurang.

Untuk memberikan solusi tersebut, Pakar bioteknologi asal  Australia, Profesor James Dale, mengembangkan pisang yang memiliki nutrisi lebih, Banana21, melalui modifikasi untuk dikonsumsi. Di Uganda terdapat dua masalah utama kekurangan zat gizi yaitu anemia yang disebabkan kekurangan zat besi(Iron deficiency anaemia/IDA) dan kekurangan vitamin A (Vitamin A deficiency/VAD).

Survei Demografi dan Kesehatan Uganda 2006 menunjukkan 15-32 persen anak-anak berusia kurang 5 tahun telah menderita VAD, 13-31 persen perempuan pernah mengalami VAD, 50-80 persen anak-anak di atas 5 tahun mengidap IDA dan 32-64 persen wanita mengalami IDA

Strategi Penyilangan Vitamin
Dale mengungkapkan strategi menyilangkan vitamin A ke dalam buah pisang yakni dengan meningkatkan jumlah beta karoten dalam pisang dengan cara modifikasi gen.  Beta karotin kemudian diubah menjadi vitamin A atau retinol dalam hati manusia. Manusia hanya mengubah vitamin A yang sesuai dengan diminta oleh tubuh.

Beta karoten merupakan pigmen berwarna oranye sangat berwarna melimpah pada tanaman dan buah-buahan. Senyawa ini setara dengan vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh. Beta karoten merupakan sumber yang sangat potensial dari vitamin A dan memiliki aktivitas vitamin A tertinggi dari semua karotenoid yang diketahui.

Vitamin A berperan penting dalam diferensiasi sel pada tubuh bayi. Selain itu, vitamin A penting untuk pertumbuhan yang normal dan menjaga keberadaan sel sehat dan membantu meningkatkan fungsi penglihatan. Di samping itu, Vitamin A juga berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh anak dan meningkatkan ketahanan akan infeksi.

Dengan pisang hasil modifikasi gen, pihaknya mentargetkan pro-vitamin A dan zat besi dalam pisang dapat meningkat tiga kali lipat.
Read More >>

Kasus Gizi Buruk Di Indonesia Masuk 5 besar

Jumat, 27 April 2012


Ilustrasi
Kasus Gizi Buruk, Indonesia Masuk Lima Besar
Namun kasus gizi buruk pada balita telah menurun dari 31 persen pada tahun 1990 menjadi 17,9 persen pada tahun 2010.

Hingga kini Indonesia masuk dalam lima besar untuk kasus gizi buruk. Untuk menanggulangi masalah tersebut kementerian kesehatan (kemenkes) menyediakan anggaran hingga Rp700 miliar per tahunnya.

Saat ini kemenkes memrioritaskan penanggulangan gizi buruk di enam provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, NTB dan NTT.

Enam provinsi itu diprioritaskan karena masih banyaknya kasus gizi buruk ditemukan.

Demikian yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih di Seminar Nasional Pangan dan Gizi 2012 di Jakarta, hari ini.

"Masalah gizi itu penting karena berhubungan dengan kualitas bangsa Indonesia. Kita punya program Seribu Hari Pertama untuk Negeri yaitu masa kritis perkembangan fisik dan intelektual anak," ujarnya.

Program tersebut merupakan penjabaran dari gerakan Scaling-Up Nutrition Movement, yang dicanangkan PBB pada September 2011.

"PBB mengajak negara-negara anggotanya untuk melakukan perbaikan gizi yang antara lain memfokuskan pada seribu hari pertama kehidupan. Kami telah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB menyampaikan kesanggupan bergabung dalam gerakan ini," kata Menkes.

Secara nasional, diperkirakan ada sekitar 4,5 persen dari 22 juta balita atau 900 ribu balita mengalami gizi kurang atau gizi buruk.

Meski demikian, Menkes mengungkapkan bahwa angka prevalensi gizi kurang pada balita telah menurun dari 31 persen pada tahun 1990 menjadi 17,9 persen pada tahun 2010.

Menkes juga menyatakan Indonesia berhasil menanggulangi masalah gizi mikro dimana defisiensi vitamin A sudah tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat serta gangguan akibat kekurangan yodium makin berkurang.

"Pemerintah tidak lagi memberikan kapsul yodium sebagai pencegahan. Demikian pula untuk prevalensi anemia gizi telah ada perbaikan dan masalah gizi mikro lainnya seperti zink,kalsium, fosfor, beberapa vitamin dan mineral esensial selalu dipantau," ujarnya.
Read More >>

13 Pesan Umum Gizi Seimbang

13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) – Untuk menghindari Gizi Buruk atau Kekurangan Gizi terhadap anak maupun orang dewasa, maka Gizi seimbang Pada tahun 1995 Direktorat Gizi Depkes mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari 4 sehat 5 sempurna.

Adapun Isi Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) adalah:
1. Makanlah beraneka ragam makanan.
2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi.
5. Gunakan garam beriodioum.
6. Makanlah makanan sumber zat besi.
7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan.
8. Biasakan makan pagi.
9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya.
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur.
11. Hindari minum minuman beralkohol.
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
13. Bacalah label makanan yang dikemas.
Read More >>

Hal Utama Dalam 5tahun Pertama Pertumbuhan Buah Hati

gizi balita dalam pertumbuhan yang baik tidaklah hanya bersifat fisik tetapi juga mental dan intelektualitas, sehingga proses pertumbuhan tersebut lazim disebut bukan saja sebagai proses pertumbuhan tetapi sebagai proses tumbuh-kembang [link related article], menurut dr. Soedjatmiko. Agar proses tumbuh-kembang dapat berjalan dengan optimal, seorang anak harus mendapatkan pemenuhan gizi balita dari 3 kebutuhan pokoknya. Rangkaian gizi balita yang pertama adalah kebutuhan fisik-biologis, berupa kebutuhan akan nutrisi (ASI, Makanan Pengganti ASI/MP-ASI), imunisasi, serta kebersihan fisik dan lingkungan. Kedua adalah kebutuhan emosi berupa kasih kasih sayang, rasa aman dan nyaman, dihargai, diperhatikan, serta didengar keinginan dan pendapatnya. Kebutuhan ini memiliki peran yang sangat besar pada kemandirian dan kecerdasan emosi anak. “Oleh sebab itu perbanyaklah memberi limpahan kasih sayang dan kegembiraan bagi anak,” Jelas dr. Soedjatmiko. Kemudian kebutuhan ketiga yang tak kalah penting adalah kebutuhan akan stimulasi yang mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih ketrampilan berkomunikasi, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Stimulasi ini harus diberikan sejak dini karena memiliki pengaruh yang besar pada ragam kecerdasan atau multiple intelligences.
Ketiga kebutuhan gizi balita tersebut merupakan kebutuhan pokok yang saling terkait. Satu kebutuhan bukanlah substitusi kebutuhan yang lain, oleh sebab itu ketiga gizi balita tersebut harus terpenuhi untuk mencapai perkembangan otak dan pertumbuhan anak yang optimal. Karena apabila kebutuhan gizi balita berupa fisik-biologis tak tercukupi, tentu anak jadi sering sakit dan perkembangan otaknya pun tak optimal. Lalu kalau kebutuhannya akan kasih sayang tak tercukupi, kecerdasan emosinya juga relatif rendah. Sedangkan jika stimulasi bermainnya kurang bervariasi, perkembangan kecerdasannya juga kurang seimbang. Jadi, asupan gizi balita yang diberikan haruslah seimbang.
Untuk itu asupan gizi balita haruslah diperhatikan, terutama dalam 5 tahun pertama dalam kehidupannya karena asupan gizi balita pada masa itu adalah yang penting dan akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada 3 tahun pertama kehidupan, gizi balita berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang-cabangnya sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Gizi balita yang cukup akan mempengaruhi segala kinerja otak mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi atas pengaruh jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antarsel saraf. Sedangkan perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.
Menurut Marzuki Iskandar, STP., MTP., seorang ahli gizi balita, kunci asupan zat gizi balita yang baik adalah makanan yang sehat dan bervariasi. Agar gizi balita melalui makanan anak setiap harinya dapat memenuhi kebutuhan perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan fisik yang optimal, maka komposisi makanan haruslah terdiri atas 55-67% karbohidrat, 20-30% lemak, dan 13-15% protein agar gizi balita terpenuhi. “Konkretnya gizi balita berupa 3-4 porsi nasi atau penggantinya seperti bihun, mi atau roti yang merupakan sumber zat tenaga. Sumber zat pembangun diperoleh dari 4-5 porsi lauk-pauk ditambah sumber zat pengatur berupa vitamin dan mineral yang terdiri dari 2-3 porsi sayur dan buah,” jelas Marzuki.
Komposisi gizi balita melalui makanan tersebut akan disempurnakan dengan kehadiran susu sebagai sumber zat tenaga yang juga mengandung berbagai komponen gizi balita yang penting, seperti DHA, AA, Sialic Acid, Sphingomyelin, protein, vitamin, dan mineral. Kandungan gizi balita yang terdiri dari DHA dan AA merupakan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata. Gizi balita, lewat DHA dan AA juga berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak, retina mata, serta proses metabolisme sel-sel syaraf dalam otak. Sedangkan gizi balita bagi sialic acid (SA), bagian dari ganglion otak, berdasarkan penelitian memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan daya ingat anak. Kemudian, sphingomyelin adalah suatu kandungan lemak di dalam otak, berperan sebagai kerangka penyusun membran sel serta banyak fungsi lainnya. sphingomyelin berperan juga dalam pembentukan lapisan pelindung myelin, dimana myelin berfungsi untuk mempercepat rangsangan dari sel syaraf yang satu ke sel syaraf lainnya guna mengoptimalkan kemampuan otak dalam mengirim pesan.
Oleh sebab itu pemenuhan gizi balita dalam pemilihan susu, penting sekali untuk memilih susu yang mengandung zat-zat yang penting bagi pertumbuhan otak tersebut. Tentu saja tujuannya agar gizi balita Anda terpenuhi dan balita dapat tumbuh secara otimal, baik secara fisik maupun intelektual.
Read More >>

Kurang Minum Termasuk Masalah Gizi


 
Air sebenarnya termasuk dalam unsur gizi yang sama pentingnya seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Namun, hal ini sering terabaikan. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan gangguan fisik berupa penurunan stamina, hilangnya konsentrasi dan mood, sakit kepala, bahkan pingsan.
Beberapa penelitian menunjukkan, masyarakat masih mengonsumsi air minum dalam jumlah yang kurang dibandingkan kebutuhannya. Penelitian di Hongkong pada orang dewasa menunjukkan, 50 persen subyek minum air kurang dari 8 gelas per hari. Di Singapura, kelompok remaja dan dewasa muda merupakan kelompok yang banyak mengalami kekurangan air. Sebagian besar wanita hanya minum 5-6 gelas air per hari, dan pria minum 6-8 gelas per hari.

Di Indonesia angkanya tidak jauh berbeda. Hasil penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (Thirst) tahun 2008 yang dipimpin Prof Hardinsyah dari Institut Pertanian Bogor menemukan 46,1 persen subyek yang diteliti mengalami kurang air atau hipovolemia ringan. Jumlah tersebut lebih tinggi pada remaja (49,5 persen) dibanding orang dewasa (42,5 persen).
Mengapa mereka kurang minum? Menurut Hardinsyah, mayoritas adalah faktor ketidaktahuan tentang fungsi air bagi tubuh. Alasan terbesar lainnya adalah kesulitan akses dalam memperoleh air minum.
Masalah air juga ditemukan di rumah sakit, baik pada pasien atau tenaga kesehatan. Penelitian Supriatmo tahun 2006 terhadap pasien anak diare di rumah sakit menunjukkan 82,4 persen mengalami kurang air. Sementara itu penelitian di Amerika Serikat, dari 170 subyek, sebanyak 5 persen dan 7 persen mengalami kurang air tingkat sedang dan ringan.
Read More >>