Features Title Here. Consectetur adipisicing elit sed

Features Content Here. Sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

kasus gizi buruk

Rabu, 18 Juli 2012

KENDAL, KOMPAS.com- Kasus gizi buruk di Kabupaten Kendal Jawa Tengah meningkat dari 14 kasus pada tahun 2011 menjadi 24 kasus pada bulan juni 2012. Meningkatnya kasus gizi buruk ini, dimungkinkan karena banyaknya orangtua yang tidak sabar menyuapi anak balitanya. Seperti yang diutarakan oleh bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, Jum'at (13/7/2012). Widya yang juga dokter ini mengatakan, kasus gizi buruk sekarang ini, tidak hanya menderita pada keluarga miskin saja, melainkan juga dari kalangan keluarga kaya. "Orangtua harus sabar, ketika menyuapi anaknya. Sehingga anak tidak kekurangan gizi," kata Widya. Untuk itu Widya meminta, agar para orang tua terutama ibu-ibu sabar dalam menyuapi anaknya. Sebab, yang namanya anak-anak apabila disuruh makan sering ogah-ogahan. Anak-anak lebih memilih bermain. "Namanya saja anak-anak. Selalu inginnya bermain. Padahal kalau sudah bermain, mereka lupa makan," jelasnya. Widya menambahkan, pada tahun 2012 ini, pihaknya sudah memberi anggaran kepada Dinas kesehatan Kendal, untuk membantu penderita gizi buruk dari kalangan tidak mampu. Menanggapi temuan DKK Kendal tersebut, anggota DPRD Kendal dari Komisi DH Solahuddin menyatakan cukup prihatin dengan temuan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Kendal masih memprihatinkan. Dia berharap ada kerjasama yang serius antara berbagai pihak yang terkait seperti, DKK, Balai KB, Puskesmas, para bidan desa, dan para kepala desa, terutama sekali pada ibu-ibu PKK. Menurut dia, ibu-ibu PKK sangat efektif bila dimanfaatkan sebagai jaringan untuk mensosialisasikan program kesehatan tersebut. "Dengan PKK saya optimistis, informasi seputar program kesehatan bisa sampai ke masyarakat," jelasnya. Ia menambahkan, selain persoalan ekonomi, kasus gizi buruk maupun kurang gizi sering dipicu oleh lemahnya pemahaman masyarakat terhadap pola hidup yang sehat.

0 komentar:

Poskan Komentar